Skip to content
  • Security Audit
  • Asses
    • Penetration Testing
    • Red Teaming
    • Social Engineering
    • Vulnerability Assessment
  • Comply
    • Chief Information Security Officer as a Service (CISOaaS)
    • Compliance Readiness
    • Crisis Simulation & Table-Top Exercise
    • Cyber Security Maturity Assessment (CSMA)
    • DevSecOps Training & Implementation
    • Employee Cybersecurity Awareness Training
    • Incident & Crisis Response Planning and Management
    • IT Policy Support
  • Protect
    • Cyber Security Protect
  • Cyber SOC
    • SOC
  • Blog
  • Contact Us

Tag: pentest indonesia

August 18, 2025

Phishing Perusahaan Melalui Salah Konfigurasi 7-Zip

Membaca artikel tentang phishing kadang terasa membosankan, karena banyak yang hanya membahas skenario lama dan tips pencegahan yang itu-itu saja tanpa detail teknis baru. Tapi jangan khawatir, di sini kita akan membahas hal yang lebih menarik! Kali ini, kita akan bahas bagaimana penyerang bisa memanfaatkan salah konfigurasi (misconfiguration) di 7-Zip untuk menonaktifkan fitur Mark of the Web (MOTW), sehingga serangan phishing jadi lebih efektif. Kita juga akan melihat bagaimana fitur Client-Side Attack di Sniper Auto-Exploiter bisa membantu otomatisasi tanpa harus repot membuat reverse shell secara manual. Artikel ini bertujuan edukasi. Jangan mencoba cara ini di luar pengujian keamanan yang sah dan diatur oleh kontrak legal. Kenapa Topik Ini Dibahas? Pada November 2022, Adrian Furtuna, pendiri Pentest-Tools, memperkenalkan fitur baru bernama Client-Side Attack di DefCamp. Phishing sendiri adalah jenis serangan siber yang memanfaatkan email atau komunikasi lain untuk menipu korban agar memberikan data sensitif, seperti password atau informasi keuangan. Biasanya, serangan ini memanfaatkan VBA macro di Microsoft Office. Microsoft sempat memperkenalkan Mark of the Web (MOTW) untuk mengatasi hal ini. MOTW akan memberi peringatan dan memblokir macro ketika file diunduh dari internet. Namun, ternyata ada trik dengan 7-Zip yang bisa “menghapus” MOTW tersebut. Kenapa 7-Zip Jadi Jalur Phishing yang Bagus? 7-Zip adalah software kompresi file populer, gratis, dan mendukung banyak format (.7z, .zip, .rar, dll.). Selain GUI, 7-Zip punya command-line utility (7z) yang fleksibel untuk membuat, menambah, atau mengekstrak arsip. Masalah muncul karena 7-Zip menghapus atribut MOTW ketika file dikompresi dengan password. File dari internet biasanya punya tanda MOTW yang mencegah macro berjalan. Kalau file itu dikompresi dengan 7-Zip menggunakan password, lalu diekstrak lagi, tanda MOTW akan hilang. Artinya, peringatan keamanan di Word, Excel, atau PowerPoint tidak akan muncul. Dengan begitu, file berbahaya bisa terlihat lebih “bersih” dan meningkatkan kemungkinan korban membukanya. Bagaimana Penyerang Bisa Memanfaatkannya? Bayangkan skenario spear-phishing: Anda menemukan email karyawan baru bernama Steve di perusahaan target. Anda spoofing email seolah-olah dari CEO perusahaan. Anda kirim file berbahaya yang sudah diproses dengan 7-Zip agar MOTW hilang. Steve merasa percaya karena emailnya terlihat resmi, lalu membuka file itu. Dalam simulasi kesadaran keamanan, hal ini bisa menunjukkan betapa berbahayanya trik sederhana semacam ini. Demo: Phishing Simulation Dengan Sniper Auto-Exploiter dan fitur Client-Side Attack, pengujian bisa dilakukan lebih mudah. Anda tidak perlu setup reverse shell manual. Sniper juga punya fitur Passive Attack yang membantu menghasilkan laporan jelas untuk simulasi phishing. Selain mempermudah, Sniper bisa mengumpulkan artefak seperti konfigurasi sistem, port terbuka, dan software terinstal. Data ini berguna untuk melukiskan gambaran kerentanan perusahaan dengan lebih meyakinkan. Cara Mencegah Serangan Ini Untuk mencegah skenario phishing yang memanfaatkan salah konfigurasi 7-Zip, ada beberapa langkah penting: Segmentasi Jaringan Batasi ruang gerak malware agar tidak menyebar ke seluruh sistem. Pelatihan Karyawan Edukasi rutin agar karyawan bisa mengenali email mencurigakan, link berbahaya, atau file aneh. Perhatian pada Detail Biasakan mengecek alamat pengirim, domain, tanda MOTW, hingga tata bahasa email. Detail kecil bisa jadi penyelamat besar. Kesimpulan Salah konfigurasi 7-Zip bisa menjadi celah berbahaya dalam serangan phishing. Dengan menghapus Mark of the Web, file berbahaya bisa terlihat aman padahal mengandung macro berbahaya. Organisasi perlu waspada dengan jenis trik ini. Selain itu, langkah-langkah mitigasi seperti segmentasi jaringan, pelatihan karyawan, dan disiplin keamanan detail harus dijalankan. Bagi ethical hacker, fitur baru seperti artefact extraction di Sniper Auto-Exploiter bisa menghemat waktu sekaligus membuat laporan yang lebih jelas untuk menunjukkan risiko nyata. Pada akhirnya, kesadaran + pencegahan teknis = kunci melawan phishing modern. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan pentest indonesia , Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi pentestindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
August 14, 2025

Benchmarking Website Vulnerability Scanner Kami dan 5 Scanner Lainnya

Pada Februari 2024, kami membandingkan Website Vulnerability Scanner kami dengan beberapa nama besar di bidang Dynamic Web Application Security Testing (DAST), baik yang komersial maupun open-source: Burp Scanner, Acunetix, Qualys, Rapid7 InsightAppSec, dan ZAP. Mengapa Kami Melakukan Ini? Kami masih relatif baru di pasar. Scanner kami dibangun ulang dari awal pada musim gugur 2020. Setelah 4 tahun dan lebih dari 2,5 juta website dipindai, kami ingin melihat bagaimana performa kami dibandingkan dengan alat lain di pasar. Sebagai spesialis keamanan web, biasanya tidak ada cara standar untuk membandingkan produk melalui benchmark resmi atau informasi vendor. Yang ada hanyalah review acak di internet. Pilihan Anda: mempercayai review itu, atau membuat laboratorium pengujian web security sendiri dan mengujinya secara konsisten. Kami memilih pendekatan kedua, dengan tujuan tidak untuk membanggakan scanner kami, tapi untuk melihat secara jujur apa yang kami lakukan dengan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang bisa dipelajari dari alat lain. Cara Kami Membangun Benchmark Scanner Web Seorang engineer keamanan aplikasi biasanya peduli pada tiga hal: Kemampuan crawler: Seberapa luas scanner bisa menjelajahi aplikasi. Jika endpoint tidak ter-crawl, scanner tidak bisa menemukan kerentanan. Jenis dan jumlah kerentanan yang bisa ditemukan. Tingkat keakuratan laporan kerentanan: False positive = waktu terbuang. Untuk itu, aplikasi uji yang digunakan harus: Memiliki berbagai fungsi yang mewakili sebagian besar aplikasi web nyata. Dibangun menggunakan tech stack yang sesuai tren industri. Transparan: kita tahu semua kerentanan yang seharusnya ditemukan. Fokus benchmark ini hanya pada deteksi kerentanan: membandingkan laporan scanner dengan kondisi nyata target. Kami mengukur: True positive rate → berapa kerentanan yang benar-benar ada dan terdeteksi. False positive rate → berapa kerentanan yang dilaporkan tapi tidak ada. False negative rate → berapa kerentanan yang ada tapi tidak terdeteksi. Untuk objektivitas, testbed tidak dibuat oleh perusahaan pembuat scanner agar tidak ada scanner yang mendapat keuntungan. Target yang Digunakan: Broken Crystals dan DVWA Broken Crystals: Menggunakan React → menantang crawler. Memiliki REST dan GraphQL API → beberapa kerentanan hanya bisa dideteksi jika scanner paham teknologi ini. Memiliki berbagai kerentanan: XSS, SQL injection, JWT, dan GraphQL. DVWA (Damn Vulnerable Web Application): Aplikasi klasik, non-single page. Banyak digunakan sebagai tolok ukur kemampuan scanner mendeteksi hampir 100% kerentanan. Kekurangan Benchmark Scanner Web False positive sering muncul, meski scanner bagus di benchmark, belum tentu sama di dunia nyata. Kami berusaha meminimalkan ini dengan memudahkan pengguna melaporkan masalah scan, serta menjalankan scanner secara terus-menerus pada program bug bounty. Cara Pengaturan Testbed Kedua aplikasi dijalankan di VPS cloud menggunakan Docker. Setiap scanner dipakai secara terpisah, dan aplikasi di-reset setelah scan agar tidak saling mempengaruhi. Digunakan versi stabil terbaru per Februari 2024. Scanner dikonfigurasi untuk crawling paling komprehensif dan semua modul deteksi kerentanan. Untuk API, jika memungkinkan, kami memasukkan REST swagger files dan endpoint GraphQL. Scanner juga diatur agar autentikasi berhasil sebisa mungkin. Hasil Benchmark Broken Crystals Acunetix menduduki peringkat pertama. Website Vulnerability Scanner kami berada di peringkat kedua, setara dengan Burp Suite. ZAP mengejutkan dengan mengungguli Qualys dan Rapid7, berada di peringkat keempat. False positives: Semua scanner mendeteksi beberapa false positives, tapi tidak ada yang menonjol secara negatif. Hasil Benchmark DVWA Burp Suite pertama: mendeteksi 29 dari 39 kerentanan. Scanner kami kedua terbanyak mendeteksi kerentanan. Rapid7 19 vulns, Acunetix 18 vulns. Masalah utama: XSS: Scanner kami hanya mendeteksi 4/12, Burp 11/12. Penyebab: bug spidering dan aturan kami hanya melaporkan XSS jika payload dijalankan di headless browser. Spider memiliki bug di edge cases, sehingga beberapa endpoint tidak tercrawl. Passive Scanner kami masih kurang modul deteksi untuk IP, path, SQL statement. Fokus dua tahun terakhir lebih ke Active Scanner. False positives: Mirip Broken Crystals, tapi ZAP mengeluarkan 88 SQL injection palsu, salah satu alasan kami membangun scanner sendiri pada 2020. Cara Kami Menggunakan Hasil Ini Beberapa hal yang akan kami perbaiki: Meningkatkan Spider: Simulasi interaksi pengguna lebih baik di Single Page Application. Misal klik submenu untuk mengakses halaman yang DOM-nya berubah dinamis. Integrasi REST dan GraphQL Scanner: Memberikan fleksibilitas scan spesifik atau all-in-one. Detektor Active Scanner pada variabel GraphQL: Bisa mendeteksi kerentanan server-side klasik pada query/mutation GraphQL. Benchmark berkelanjutan: Menjalankan scanner secara terus-menerus di target nyata (bug bounty) → mengurangi false positive dan mungkin false negative. Hasil ini memberi kami pandangan objektif dan subjektif untuk meningkatkan scanner kami. Nantikan artikel lanjutan dari proses ini! Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan pentest indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi pentestindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
August 14, 2025

Bagaimana Kerentanan Ini Mendorong Keamanan Siber ke Depan

Semua kerentanan memang mirip, tapi beberapa benar-benar mengubah permainan, membuka kemungkinan baru, dan menambah lapisan kompleksitas untuk dipelajari. Mari kita lihat lima kerentanan paling terkenal dekade terakhir dan bagaimana mereka membentuk komunitas infosec. 1. Shellshock – bug Bash (CVE-2014-6271) Saya menemukan kerentanan Shellshock di situs web universitas besar pada 2020 dan membantu mereka menanganinya via Skype. Meski ditemukan pada 2014, Shellshock masih menjadi ancaman karena manajemen patch yang tidak efisien. Bagaimana Shellshock bekerja: Memengaruhi Bash shell, interpreter command-line yang banyak digunakan di Linux, macOS, dan sistem mirip Unix. Bash salah mengeksekusi perintah tambahan ketika mengimpor fungsi yang disimpan di environment variable. Penyerang bisa menyisipkan kode berbahaya ke environment variable dan Bash akan menjalankannya, memungkinkan akses tidak sah, pencurian data, atau eksekusi skrip berbahaya. Apa yang membuat Shellshock unik: Mudah dieksploitasi → Risiko tinggi untuk berbagai aplikasi dan layanan berbasis Bash. Permukaan serangan luas → Versi Bash rentan sejak 1989, berarti banyak server tidak terpatch. Cara mitigasi: sudo apt-get update sudo apt-get upgrade bash Selalu perbarui sistem; jangan lewatkan update. 2. Heartbleed – kerentanan kritis OpenSSL (CVE-2014-0160) Heartbleed mengguncang dunia siber pada 2014. Bug di OpenSSL memungkinkan pencurian data sensitif dari memori server. Bagaimana Heartbleed bekerja: Fungsi heartbeat OpenSSL memungkinkan client-server mengirim dan menerima data kecil untuk mengecek koneksi. Server mempercayai input tanpa verifikasi, sehingga attacker bisa meminta server mengirim data lebih banyak dari seharusnya → menyebabkan memory leak. Data yang bocor bisa berupa username, password, atau kunci enkripsi. Apa yang membuat Heartbleed unik: Mudah dieksploitasi, berdampak luas, dan sulit dideteksi. Sekitar 17% SSL server terpengaruh. Mendorong perusahaan besar berkontribusi pada Core Infrastructure Initiative untuk mengamankan software open-source. Cara mitigasi: Perbarui OpenSSL ke versi terbaru. Periksa sertifikat secara rutin. 3. EternalBlue – bug Windows terkenal (CVE-2017-0144) EternalBlue mengeksploitasi kelemahan protokol SMBv1. Bug ini ditemukan NSA dan bocor oleh grup Shadow Brokers pada 2017. Bagaimana EternalBlue bekerja: Menyebabkan buffer overflow di server SMB. Penyerang bisa menjalankan kode berbahaya dan membuat worm yang menyebar otomatis, tanpa interaksi pengguna. Digunakan untuk menyebarkan ransomware WannaCry, mengunci ratusan ribu komputer di seluruh dunia. Apa yang membuat EternalBlue unik: Bisa menyebar lewat jaringan, menginfeksi sistem Windows lain. Dampak nyata: kerugian miliaran dolar dan kepanikan global. Cara mitigasi: Update Windows lawas dan pasang patch MS17-10. 4. Meltdown – kerentanan CPU Intel (CVE-2017-5754) Meltdown adalah bug hardware yang memengaruhi prosesor Intel. Memungkinkan attacker mengakses data sensitif di memori kernel. Bagaimana Meltdown bekerja: Mengeksploitasi speculative execution prosesor x86. Penyerang bisa membaca memori kernel meski tanpa hak akses. Apa yang membuat Meltdown unik: Berbasis hardware → sulit diperbaiki hanya dengan update software. Memerlukan solusi gabungan hardware dan software. Cara mitigasi: Terapkan patch terbaru. Ikuti praktik keamanan hardware dan software, aktifkan fitur mitigasi dan virtualisasi. 5. Zerologon – kerentanan kritis Active Directory (CVE-2020-1472) Zerologon ditemukan oleh Secura dan diperbaiki Microsoft pada 11 Agustus 2020. Bug ini memungkinkan attacker mengambil alih domain controller Windows. Bagaimana Zerologon bekerja: Kerentanan ada pada protokol Netlogon, khususnya proses autentikasi. Menggunakan enkripsi AES-CFB8 yang lemah → attacker bisa meniru komputer apa saja dan mendapatkan akses admin. Apa yang membuat Zerologon unik: Bisa mengontrol Active Directory dan mengelola lingkungan IT dengan hak admin. Cara mitigasi: Pasang update di semua DC dan RODC. Pantau event baru. Tangani perangkat yang tidak patuh dengan koneksi Netlogon rentan. Dampak Kelima Kerentanan Ini pada Komunitas Infosec Shellshock, Heartbleed, EternalBlue, Meltdown, Zerologon menunjukkan bahwa sistem masih rapuh dan bisa berdampak besar pada bisnis. Heartbleed disebut “bug katastrofik” karena memungkinkan attacker mengambil data sensitif server tanpa jejak. Shellshock memicu kepanikan global dengan ribuan upaya eksploitasi dalam beberapa hari. EternalBlue dan WannaCry menyebar cepat, merugikan ratusan ribu komputer di 150 negara. Meltdown dan Zerologon menekankan perlunya pendekatan gabungan software-hardware dan kesadaran protokol kritis. Pelajaran utama: Apa yang dianggap aman hari ini, bisa dengan mudah diretas besok. Belajar dari pengalaman dan menjaga kesadaran terhadap lingkungan teknologi adalah kunci untuk berkontribusi dalam keamanan, apapun peran Anda. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan pentest indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi pentestindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
August 14, 2025August 14, 2025

Benchmarking Network Vulnerability Scanner Kami dan 6 Scanner Lainnya

Pada Januari 2024, kami memutuskan untuk mengevaluasi scanner kerentanan jaringan yang paling banyak digunakan — Nessus Professional, Qualys, Rapid7 Nexpose, Nuclei, OpenVAS, Nmap vulnerability scripts, termasuk scanner kami sendiri, yang dapat divalidasi secara independen oleh rekan-rekan di industri. Di bawah ini kami jelaskan mengapa kami melakukan benchmark ini, hasil yang kami dapatkan, dan bagaimana Anda bisa memverifikasinya (tersedia white paper yang bisa diunduh dengan semua data hasil benchmark ini). Mengapa Kami Membuat Benchmark Ini Kami tahu betapa memakan waktunya membandingkan alat keamanan hanya berdasarkan informasi dari vendor, opini rekan-rekan, forum, dan komunitas. Kami mengalami ini langsung, baik sebagai pengguna alat ketika beberapa anggota tim kami bekerja sebagai penetration tester, maupun sebagai pembuat alat, membangun tool jaringan di Pentest-Tools.com. Evaluasi ini menjadi sumber daya yang berguna bagi banyak spesialis keamanan sekaligus menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi tim kami. Melalui benchmark ini, kami bisa memahami posisi Network Vulnerability Scanner kami dibandingkan alternatif lain. Kami sangat berinvestasi pada alat ini, yang merupakan salah satu yang paling kuat di antara 20+ toolkit kami. Bahkan ada tim khusus yang terus meningkatkan kemampuan deteksinya, termasuk membuat modul untuk CVE kritis. Membangun Benchmark untuk Network Vulnerability Scanner Benchmark untuk scanner kerentanan jaringan jarang dilakukan, karena dua alasan utama: Ancaman siber berkembang sangat cepat, sehingga sulit membuat benchmark statis yang relevan untuk jangka panjang. Kerentanan sangat beragam, sehingga benchmark harus mencakup banyak skenario dan metrik evaluasinya cukup kompleks. Kami memilih scanner open-source (OpenVAS, Nuclei, Nmap vulnerability scripts) dan scanner komersial (Nessus Professional, Rapid7 Nexpose, Qualys) agar mencerminkan campuran alat yang digunakan kebanyakan tim keamanan. Fokus benchmark ini adalah pemeriksaan jarak jauh (remote checks) atau perspektif black-box. Mengapa? Karena deteksi jarak jauh memberikan penilaian realistis dari permukaan serangan yang terlihat dan dapat diakses dari luar. Kerentanan berisiko tinggi yang bisa dieksploitasi oleh penyerang eksternal sangat menarik, sekaligus berpotensi merugikan organisasi. Menemukan dan menanganinya penting untuk memperkuat jaringan dari intrusi yang tidak sah. Dua indikator kinerja utama yang kami gunakan: Detection availability → Apakah scanner memiliki deteksi untuk kerentanan tertentu di database-nya Detection accuracy → Apakah scanner benar-benar bisa mengidentifikasi kerentanan tersebut Keterbatasan Benchmark Scanner Jaringan Sebagian besar infrastruktur saat ini berada di balik firewall dan Intrusion Prevention System (IPS) yang mendeteksi dan memblokir paket berbahaya. Hal ini membuat scanner jarak jauh kadang melewatkan kerentanan karena ada blind spot yang dibuat IPS. Namun, pertahanan ini tidak menghentikan penyerang, sehingga target tetap berisiko. Idealnya, benchmark bisa dilakukan untuk scanner lokal dan jarak jauh, karena keduanya saling melengkapi: deteksi lokal memberi detail mendalam, sedangkan deteksi jarak jauh memberi pandangan luas. Tapi kami harus fokus pada remote check karena keterbatasan tersebut. Pengaturan Lingkungan Uji Kami menggunakan virtual machine di platform cloud Vultr, dilindungi firewall berbasis IP whitelist. Ini memberikan keamanan sambil tetap sederhana dalam pengaturan. Sebagai bagian dari setup ini, kami men-deploy semua vulnerable Docker container yang tersedia di Vultr pada Desember 2023, mencakup 167 environment berbeda yang tersebar di 17 instance, masing-masing memuat sekitar 10 layanan yang rentan. Setiap scanner dijalankan terhadap semua 167 environment untuk menjaga evaluasi komprehensif dan objektif, sehingga siapa pun bisa memverifikasi hasilnya. Untuk mempermudah manajemen layanan, setiap instance dilengkapi dengan Docker Compose file sendiri. CVE dikategorikan menjadi: Dapat dideteksi jarak jauh → 128 environment Tidak dapat dideteksi jarak jauh → 39 environment Semua scanner diperbarui dengan deteksi terbaru per Januari 2024, dan sebagian besar dijalankan dengan pengaturan default, menargetkan seluruh port TCP (1–65535). Hasil Benchmark Jumlah kerentanan yang ditemukan tidak otomatis menunjukkan kualitas scanner. Setiap scanner memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada subset CVE yang dianalisis di benchmark ini. Faktor lain seperti kemudahan penggunaan, integrasi dengan sistem lain, atau layanan support juga penting, tapi sulit dibandingkan secara objektif. Hasil utama: Scanner komersial besar menunjukkan level detection availability serupa, kecuali Nexpose karena database-nya tidak membedakan local vs remote check. Ada perbedaan nyata antara detection availability dan accuracy. Contoh: Nessus mengklaim punya deteksi untuk 55,09% environment, tapi hanya berhasil mendeteksi 18,56% secara akurat. Untuk kerentanan yang bisa dideteksi jarak jauh, template Nessus 67,19% tapi deteksi akurat 22,66% (misal CVE-2022-26134, CVE-2018-7600, CVE-2014-6271). Qualys dan Nuclei menunjukkan variansi lebih rendah, actual detection sekitar 25% lebih rendah dari database mereka. Perbedaan lain muncul saat fokus pada vulnerabilities yang bisa dideteksi jarak jauh: Nuclei naik ke posisi kedua, Qualys turun ke posisi ketiga. Menunjukkan Nuclei sedikit lebih luas cakupannya untuk kerentanan remote. Seluruh data benchmark tersedia di whitepaper publik yang bisa diunduh: Discover the best scanners for CVE coverage & accuracy Bagaimana Kami Akan Menggunakan Hasil Ini Data benchmark ini digunakan untuk: Meningkatkan Network Vulnerability Scanner kami Menambah deteksi untuk CVE yang dianalisis Penambahan deteksi mempertimbangkan: EPSS (Exploit Prediction Scoring System) score Seberapa luas penggunaan teknologi/framework rentan CVSSv3 score dari kerentanan Seberapa intens kerentanan dibahas di komunitas siber Jika ingin tahu lebih banyak tentang cara kerja Network Vulnerability Scanner kami, kami juga membuat video walkthrough untuk menunjukkan inti mesin deteksinya. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan pentest indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi pentestindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
July 8, 2025

Serangan Evil Twin: Ketika WiFi Publik Jadi Perangkap Pencurian Data

WiFi gratis di tempat umum seperti kafe, bandara, atau pusat perbelanjaan memang memudahkan kita untuk tetap terhubung ke internet. Namun, di balik kenyamanan tersebut, ada ancaman serius yang mengintai: serangan Evil Twin. Apa itu Serangan Evil Twin? Evil Twin adalah jenis serangan siber di mana pelaku membuat jaringan WiFi palsu yang terlihat identik atau mirip dengan jaringan WiFi asli di tempat umum. Tujuannya? Menipu pengguna agar terkoneksi ke jaringan palsu tersebut, sehingga pelaku bisa mencuri data pribadi seperti: Username dan password Data kartu kredit Informasi login email, media sosial, dan aplikasi perbankan Aktivitas browsing dan data lainnya Bagaimana Cara Kerja Serangan Ini? Penyerang membuat jaringan WiFi palsu Misalnya, jika di kafe ada jaringan bernama “Kafe_Coffee_Free”, penyerang bisa membuat jaringan bernama “Kafe_Coffee_Free_WiFi” atau bahkan yang sama persis. Korban tanpa sadar tersambung ke WiFi palsu Karena terlihat mirip atau sinyalnya lebih kuat, banyak orang yang langsung terhubung tanpa berpikir panjang. Data korban disadap Saat korban menggunakan WiFi palsu itu untuk login ke akun atau melakukan transaksi, penyerang bisa merekam data yang dikirimkan. Data digunakan untuk kejahatan Data yang berhasil dicuri bisa digunakan untuk mencuri identitas, membobol akun, atau dijual di dark web. Tanda-Tanda WiFi Publik yang Mencurigakan Ada dua jaringan WiFi dengan nama yang sangat mirip Tidak ada kata sandi atau login portal yang aman Koneksi terasa lambat dan tidak stabil Tiba-tiba muncul permintaan login ke akun pribadi tanpa alasan jelas Cara Melindungi Diri dari Serangan Evil Twin Jangan asal sambung ke WiFi gratis Tanyakan kepada petugas atau staf tempat tersebut mana jaringan WiFi resmi yang benar. Gunakan VPN VPN (Virtual Private Network) akan mengenkripsi koneksi internet Anda, sehingga data Anda tetap aman meski melalui jaringan yang tidak terpercaya. Hindari transaksi penting saat pakai WiFi publik Jangan login ke akun bank, email, atau aplikasi penting lainnya saat terkoneksi ke WiFi publik. Gunakan data seluler saat ragu Jika merasa tidak yakin dengan jaringan yang tersedia, lebih baik gunakan paket data pribadi. Aktifkan fitur “Forget Network” Setelah selesai menggunakan WiFi publik, hapus jaringan dari daftar koneksi agar tidak otomatis terhubung kembali di masa depan. Penutup Serangan Evil Twin adalah contoh nyata bagaimana kejahatan siber bisa memanfaatkan celah kecil untuk mencuri data kita. Jadi, meskipun WiFi gratis terasa menyenangkan, jangan pernah abaikan faktor keamanannya. Tetap waspada, dan lindungi informasi pribadi Anda dengan bijak. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan pentest indonesia , Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi pentestindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
July 8, 2025

Awas! Teknik Force Browsing Bisa Bongkar Data Rahasia

Pernahkah kamu membayangkan seseorang bisa mengakses halaman atau data rahasia di sebuah website hanya dengan menebak URL? Itulah yang disebut dengan force browsing, sebuah teknik yang sering digunakan oleh penyerang siber untuk mengakses informasi yang seharusnya tidak boleh dilihat publik. Teknik ini tampak sederhana, tapi bisa sangat berbahaya jika sistem keamanan sebuah website tidak dibuat dengan benar. Apa Itu Force Browsing? Force browsing adalah teknik di mana penyerang mencoba mengakses halaman tersembunyi atau file rahasia di sebuah situs web dengan menebak-nebak URL atau jalur (path) file. Misalnya, penyerang membuka: https://contohwebsite.com/admin atau https://contohwebsite.com/uploads/kontrak-rahasia.pdf Kalau tidak ada pengamanan yang cukup, halaman atau file tersebut bisa langsung terbuka, bahkan tanpa harus login terlebih dahulu! Mengapa Force Browsing Berbahaya? Jika situs web tidak mengatur izin akses dengan benar, maka: Data pribadi pengguna bisa diakses siapa saja File sensitif seperti kontrak, laporan keuangan, atau data internal bisa bocor Halaman admin atau pengaturan bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang Sistem menjadi lebih rentan terhadap serangan lanjutan Dengan kata lain, force browsing bisa membuka pintu belakang menuju informasi penting milik perusahaan atau individu. Contoh Nyata Force Browsing Bayangkan seorang penyerang menemukan URL seperti ini: https://tokoonline.com/invoice/12345.pdf Lalu, mereka mengganti angka 12345 menjadi 12346, 12347, dan seterusnya. Jika tidak ada pembatasan akses, mereka bisa mengunduh semua faktur milik pelanggan lain. Bagaimana Mencegah Force Browsing? Berikut beberapa cara untuk melindungi situs dari serangan force browsing: 1. Terapkan Kontrol Akses yang Ketat Pastikan setiap halaman atau file hanya bisa diakses oleh pengguna yang punya izin. Jangan hanya menyembunyikan URL — pastikan ada pemeriksaan siapa yang boleh melihat atau mengunduh. 2. Jangan Mengandalkan URL Unik Saja URL yang panjang atau acak (misalnya dengan token) memang membantu, tapi bukan solusi utama. Selalu gabungkan dengan autentikasi dan pengecekan hak akses. 3. Gunakan Autentikasi dan Session Pastikan semua halaman penting hanya bisa dibuka setelah login, dan sistem memverifikasi sesi pengguna secara konsisten. 4. Audit dan Uji Keamanan Secara Berkala Lakukan penetration testing atau uji coba keamanan untuk melihat apakah ada halaman atau file yang bisa diakses tanpa izin. 5. Gunakan Tools Keamanan Beberapa tools keamanan web seperti WAF (Web Application Firewall) dan vulnerability scanner bisa membantu mendeteksi celah seperti ini. Penutup Force browsing mungkin terdengar sepele, tapi bisa menjadi ancaman serius jika dibiarkan. Jangan sampai informasi penting atau rahasia perusahaan bocor hanya karena URL yang bisa ditebak! Selalu pastikan website atau aplikasi yang kamu kelola memiliki kontrol akses yang kuat dan sistem keamanan yang diperbarui. Karena dalam dunia digital, keamanan bukan pilihan — tapi kebutuhan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan pentest indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi pentestindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • Previous
  • 1
  • …
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6

Recent Posts

  • Ransomware Monitoring Dashboard sebagai Solusi Deteksi Serangan Digital Modern
  • Memahami Bug sebagai Celah yang Bisa Mengganggu Keamanan Software
  • Memahami Security Hardening sebagai Upaya Pencegahan Serangan pada Website
  • Beragam File Format Attack yang Sering Menjadi Celah Serangan Siber
  • SOC Analyst Perlu Paham: Threat Data dan Threat Intelligence Itu Berbeda

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025

Categories

  • blog
  • pentestindonesia
  • Uncategorized

Pentest Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia yang merupakan penyedia layanan (vendor) Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • (021) 53660861
  • Jl. Kebon Jeruk Raya Villa Kebon Jeruk Office F1
  • sales@pentestindonesia.com

Support Center

  • AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk

Copyright © 2025. Pentest Indonesia